Rabu, 26 Februari 2020

Perempuan Indonesia Raya (PIRA)

Meulaboh,26/02/2020 Partai Gerakan indonesia DPC Gerindra Aceh Barat yg terus bergerak dalam menampung Aspirasi masyarakat, Muklis,SE selaku Sekretaris DPC Gerindra Aceh barat mengatakan pergerakan partai gerindra aceh barat selama ini tidak lepas dari peran ibu ibu Pira, PIRA adalah salah satu sayap partai gerindra yg cukup exis mengambil peran dalam pergerakan partai Gerindra Aceh Barat selama ini.

Semoga Pira Aceh Barat tetap exis dalam segala bidang yg di embannya.

Sy.noer


Selasa, 28 Januari 2020

IKUTI VLOG COMPETITION PARTAI GERINDRA

Jelang HUT ke 12, Gerindra Aceh Gelar Lomba Vlog Berhadiah Rp.2,5 Juta
https://mediaaceh.co/wp-content/uploads/2020/01/Hut-Gerindra-750x375.jpg
MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ke-12 yang jatuh pada 26 Januari 2020, Partai Gerindra Aceh, menyelenggarakan lomba Vlog (video blog). Isinya, ucapan selamat HUT dan harapan besar peserta untuk partai besutan Prabowo Subianto itu.
Panitia kegiatan ini, Cut Dira Miralda menjelaskan, penyelenggaraan lomba ini bertujuan untuk merangsang anak muda agar peduli terhadap politik sekaligus menjadikan tren kekinian yaitu dengan ngevlog khususnya di Aceh, bisa tersalurkan dengan baik bagi generasi muda.
“Media sosial dan teknologi digital dewasa ini, menjadi bagian keseharian dari kaum muda saat ini. Sudah menjadi lifestyle, dan kami berharap, dengan diadakannya kompetisi ini, akan lahir para konten – konten kreator hebat, yang mampu menghadirkan video yang menghibur, edukatif dan tentu menyelipkan pesan untuk kami di Gerindra di ulang tahun ke 12 ini, untuk berbuat lebih baik lagi, khususnya bagi anak muda bangsa ini,” kata Dira di Banda Aceh, Rabu 15 Januari 2020.
Menurut Dira ini kesempatan bagi kaum milenial, untuk menyampaikan harapannya bagi partai Gerindra Aceh khususnya.
Sulvia Nur Putri Ramadhan, panitia teknis dalam kegiatan ini menyebutkan, lomba ini berhadiah total Rp. 2,5 juta yang dibagi untuk 3 pemenang.
Sementara, ketentuan kriteria penilaian lomba akan disesuaikan dengan tema, teknik pengambilan gambar, kualitas video dan suara, serta kekuatan penyampaian pesan yang disampaikan.
Kemudian, untuk pendaftaran peserta bisa dilakukan mulai hari ini hingga 26 Januari 2020, sementara unggahan videonya paling lambat diunggah di IG peserta dan dimemention ke Instagram @partaigerindraaceh, paling lambat 1 Februari 2020.
Menurut Sulvia durasi video paling maksimal adalah 1 menit dengan menyertai beberapa tagline, yang bisa dibaca lebih lengkap di IG panitia.
“Untuk detil syarat kepesertaan dan pendaftaran, nantinya peserta bisa liat di IG Partai Gerindra Aceh, terus bisa juga menghubungi kontak personnya di 085376267617” Kata Via.
Untuk pengumumannya akan diumumkan panitia di acara puncak HUT Gerindra ke 12, yang kan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Februari 2020, di pantai danau laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah.
“Panitia akan mengumumkan pemenang lomba ini di sosial media Gerindra,” kata Sulvia.

Kamis, 28 November 2019

Mie Kocok Evi Online

Siap antar.....
Saudaraku yang mempunyai rezeki lebih untuk bersedekah mie hari jum at kami siap mengantar ke tujuan yg anda maksudkan.....
Harga mie ala chai dan mie kocok Rp. 10.000 bila anda di luar meulaboh aceh barat bisa transfer ke Bank BNI no.rek 0693008329 an.Sarino Yatim.

Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT...amin

Karya Ayu Perabot

Perabot yang terletak di jalan T.Chik Ali Akbar yang berdiri tahun 1985 masih aktif hingga sekarang, dan mungkin zaman sudah mulai maju dengan  model mobel baru ala minimalis.
Walau demikian karya ayu perabot berdiri di depan dan siap membuat mebel tempahan dengan model minimalis, .

By.sy.noer


Rabu, 31 Juli 2019

ACEH BARAT - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat sudah menetapkan 25 orang wakil rakyat yang terpilih dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang lalu. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra langsung membangun koalisi. Partai Nanggroe Aceh (PNA) dipilih oleh Gerindra untuk membangun koalisi poros tengah. Padahal, Ketua Gerindra Aceh Barat Banta Puteh Syam merupakan wakil bupati setempat. Ia maju bersama Ramli MS yang merupakan politisi Partai Aceh. Keputusan Gerindra membangun koalisi dengan PNA menjadi pertanyaan bagi publik di Aceh Barat. Mungkinkan Banta Puteh Syam sudah ditinggal oleh Ramli MS. Apalagi selama ini kabar keretakan orang nomor satu dan dua di Aceh Barat itu sudah kencang berhembus. Untuk diketahui, Gerindra berhasil meraih empat kursi dalam Pileg yang lalu, sementara PNA hanya mendapatkan satu kursi. Bahkan, koalisi poros tengah yang dibangun partai nasional dan partai lokal ini digadang-gadang menjadi penyeimbang dalam pengawasan terhadap pemerintahan kabupaten setempat. Banta Puteh Syam mengaku tidak mau kinerja pemerintahnya bersama Ramli MS tidak diawasi oleh anggota DPRK yang berasal dari partai besutannya itu. Ia malah mengungkapkan koalisi poros tengah ini merupakan koalisi yang akan menjadi penyeimbang dalam menilai kinerja pemerintahan. Sehingga apabila ada kesalahan pemerintah dalam pembangunan agar dikritik, namun apabila kinerjanya bersama Ramli MS berjalan baik, maka wajib juga diapresiasi. “Koalisi ini bisa terjadi karena kami dengan tujuan yang sama, dengan harapan masa kerja parlemen lima tahun kedepan benar-benar bisa melaksanakan tugas yang baik, dimana tiga fungsi bisa berjalan dengan baik, sehingga dengan demikian tugas pemerintahan pun bisa berjalan,” kata Banta Puteh, Senin (30/7) malam. Baca: KIP Tetapkan Anggota DPRK Aceh Barat Terpilih, Berikut Daftarnya Banta Puteh mengungkapkan kalau Partai Gerindra selama selama dua periode yang lalu harus berpuasa atau tidak mendapatkan kursi. Pasalnya sistim pengelolaan partai itu sebelumnya masih kurang sempurna. "Bahkan saat tongkat kepemimpinan diserahkan kepada saya, Partai Gerindra Aceh Barat tidak memiliki apapun," ungkapnya. Keberhasilan Gerindra meraih empat kursi di DPRK merupakan perjuangan panjang yang dilakukan dirinya bersama kader lainnya. Bahkan, tekanan-tekanan dari pihaknya lain cukup banyak, namun itu semua mampu dilalui, sehingga mampu mengantarkan beberapa wakil mereka ke dewan. “Secara etik saya tidak boleh bilang siapa yang tekan, pokoknya Partai Gerindra mendapat tekanan habis, tapi kami menganggap tekanan ini adalah dukungan. Allhamdulillah selama perjuangan tidak ada selisih faham, kemudian dibarengi dengan doa dan saya mengajak teman-teman untuk harus menonjolkan kesabaran dan santun dalam berjuang,” ungkapnya. Mantan Sekda Aceh Barat itu juga mengungkapkan kedepan akan lahi koalisi oposisi yang di dalamnya terdapat PAN dan Golkar. Sementara Partai Aceh akan menjadi partai pendukung pemerintahan. Sementara Demokrat, PPP dan PKS, secara otomatis akan membentuk fraksi bersama, namun dirinya tidak tahu akan berlabuh kemana. "Lewat koalisi poros tengah ini saya sudah sangat siap dikritik kader sendiri. Bahkan jauh hari sebelum berkoalisi saya sudah lebih dulu mewanti-wanti kadernya untuk tidak terpengaruh dengan posisinya sebagai wabup. Saya tetap mengatakan jalankan fungsi dewan, salah satunya pengawasan," kata Banta. Menurutnya ada dua hal yang harus didorong dalam pemerintahan Ramli-Banta, diataranya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penegakan syariat Islam secara kaffah. “Jadi untuk dua hal ini butuh keseimbangan, jika tidak ada keseimbangan dalam penganggaran dan pembangunan, maka inilah yang harus dikritik dan diberikan masukan oleh koalisi poros tengah,” ucapnya.

Salinan ini telah tayang di http://www.ajnn.net/news/tinggalkan-partai-aceh-gerindra-bangun-koalisi-dengan-pna/index.html.

Kamis, 04 Juli 2019


Kuta Raja – Tim pengawasan Elpiji 3 kg pemerintah Aceh pada Rabu (3/7) menemukan beberapa pelanggaran penyaluran gas bersubsidi di tingkat pengecer.
Sufi, salah satu pengecer gas yang berjualan di Gampong Keudah Kecamatan Kutaraja, menyebutkan dirinya mendapatkan gas yang dibawa oleh tukang becak.
Mereka mengambil gas seharga Rp.25 ribu dan dijual kembali seharga Rp.30 ribu. Harga yang ia jual lebih tinggi dari harga yang dijual di pangkalan yaitu seharga Rp.18 ribu.
Selain Sufi, tim sosialisasi pemanfaatan elpiji 3 kilogram juga menyambangi beberapa pengecer bahkan pengusaha cafe yang berjualan dengan memakai gas subsidi.
Padahal Pemerintah Aceh telah mengeluarkan surat edaran terkait larangan bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota se-Aceh, untuk tidak menggunakan Gas subsidi ukuran 3 Kilogram.
Hal tersebut tertuang dalam surat edaran bernomor 540/8435, tanggal 13 Juni 2019 yang ditandatangani langsung Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Larangan ini ditujukan agar penggunaan LPG tabung ukuran 3 Kg bersubsidi tersebut, dapat disalurkan dengan tepat sasaran.
Kabag Pembinaan Indag, ESDM dan Pariwisata Biro Perekonomian Setda Aceh, Anizar menyebutkan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas ESDM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dan PT. Pertamina (Persero) mengambil sampel di tiga kecamatan di Banda Aceh.
Tempat-tempat yang disidak adalah pangkalan gas di Kecamatan Baiturrahman, Kutaraja dan Meuraxa.
“Kita juga singgah di pengecer dan menyampaikan sosialisasi bahwa gas 3 kilogram hanya berhak dijual di tingkat pangkalan, kita ingin melihat penyalurannya dan sasarannya.” Kata Anizar.
Anizar menambahkan, pihaknya hanya melakukan sosialisasi, tetapi belum sampai pada tahap penindakan.
Saat ini, ujar Ahmad Fernando, ada 2.700 pangkalan yang tersebar di seluruh Aceh. Banyaknya sebaran itu, kata dia, membuat pihak Pertamina kewalahan memantau semuanya.
“Secara teknis kita akan mengecek semua seperti perizinan dan mensosialisasikan pemanfaatan gas 3 kilogram ke mereka.”
“Kita kasih himbauan bahwa ke depan jangan lagi jual gas 3 kilogram. Ini kan gas subsidi. Hanya boleh di pangkalan dan pemakainya adalah rakyat kurang mampu,” kata Anizar.
Pangkalan yang disinggahi mengakui pihaknya tidak menjual gas subsidi tersebut kepada pengecer. Mereka hanya menjual kepada warga yang memiliki kartu. Artinya pembeli yang dibolehkan memakai gas subsidi haruslah sudah terdaftar.
Hermansyah, pemilik pangkalan CV Hawana di Gampong Peuniti, menyebutkan pihaknya menjual gas sesuai harga yang telah ditetapkan yaitu Rp.18 ribu.
“Kita hanya berikan pada mereka yang terdaftar dan punya kartu,” kata Hermansyah.
Setiap pangkalan diberikan kuota oleh agen penyalur setiap bulannya. UD Hawana misalnya. Mereka mendapatkan kuota 1.150 tabung untuk disalurkan kepada 247 Keluarga setiap bulannya.
Tak bisa ditampik bahwa banyak pihak yang menggunakan gas 3 kilogram merupakan mereka yang berstatus pegawai negeri.
#tuahhaba.com
#poya

BERITA

Abdul Malik Penyandang Disabilitas Menuju Kursi SP Pelor TAHUN 2024

Meulaboh,05/10/2023 Abdul Malik penyandang Disabilitas asal keude tanjong kecamatan kaway xvi maju sebagai Calon Legislatif tingkat Kabupate...